Uncategorized

Hal-Hal Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Menerjemahkan Bahasa Jerman

german2Kali ini, kita akan membahas satu kata dalam bahasa Jerman yaitu ‘glauben’, yang artinya: yakin, berpendapat, merasakan atau berpikir. Akan tetapi, kita tidak dapat dengan mudah menerjemahkan kata ‘glauben’ ini menjadi ‘berpikir’ saja sebagaimana dilakukan kebanyakan orang. Nah, pertanyaannya barangkali: ‘Apakah kita menggunakan ‘sich sicher sein’  atau  ‘glauben’  ketika kita ingin berkata  ‘yakin’  dalam bahasa Jerman?’ Atau barangkali ‘sich nicht irren’? Pertanyaan ini pastilah cukup problematik bagi penutur bukan bahasa Jerman atau setidak-tidaknya bagi mereka yang tidak punya pengalaman pergi ke sekolah Jerman lokal yang disebut Gymnasium (pendidikan lanjutan) untuk mengambil Abitur  (padanan Jerman untuk tingkat A). Bandingkan kalimat berikut ini: I believe I have left my biro somewhere here. èIch glaube ich habe meinen Kuli hier vergessen. Dan bukan: èIch bin mir mal sicher dass ich meinen Kuli hier vergessen habe. (karena teks sumbernya adalah: I’m sure I have left my pen somewhere here).

Belajar bahasa asing dan menjadi penerjemah tidak hanya untuk mempelajari bahasa di perguruan tinggi dan kemudian bercakap-cakap dengan beberapa penutur asli bahasa tersebut dua kali seminggu.

Anda harus tinggal bersama mereka sekurang-kurangnya minimal dua tahun secara berturut-turut. Anda harus berpikir dalam bahasa asing tersebut serta berbincang-bincang dengan mereka. Beberapa saat yang lalu, saya bekerjasama dengan seorang kolega baru untuk menerjemahkan ratusan halaman dari bahasa Jerman kedalam bahasa Inggris. Ketika kami hanya punya tenggat waktu lima hari lagi, saya sadar bahwa saya perlu berbagi halaman yang sama dengannya, jadi selama lima hari terakhir, saya dapat mengerjakan halaman yang tersisa dengan tenang, begitu pikiran saya. Dua hari sebelum kami mendekati tenggat waktu, saya mengirim pesan lewat BBM, mengirim teks dan bahkan menelepon ponselnya dengan sia-sia. Setelah kira-kira lima jam, ia kembali mengabari saya dengan pesan bahwa ia tidak dapat menyerahkan hasilnya pada waktu yang disetukui karena Familienangelegenheit, dimana saya berkata pada diri sendiri: ‘… Familienangelegenheit katamu tadi, mengapa klien kita harus peduli tentang Familienangelegenheit seseorang. Hal itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan urusanmu!’ Benar sjaa, dua hari kemudian, hasilnya pada akhirnya diserahkan kepada saya dengan ….. begitu banyak kesalahan baik secara gramatikal maupun pilihan kata. Saya berusaha merevisinya dengan menyunting semua kalimat tersebut, namun kesalahannya sedemikian banyaknya sehingga jauh lebih mudah bagi saya untuk menerjemahkannya sejak awal.

Seperti bahasa lain, agar dapat menerjemahkan kedalam bahasa Jerman, kita kemungkinan harus mempertimbangkan adat istiadat setempat, bagaimana mereka biasanya berbicara atau frasa apa yang biasanya mereka pakai untuk mengutarakan satu kalimat, namun dalam situasi yang berbeda-beda. Jadi, jangan pernah sungkan untuk menyewa kami sebagai konsultan bahasa Jerman-Inggris atau Inggris-Jerman Anda. Wir sind rund um die Uhr für Sie da.

 

Kebudayaan Dua Bangsa Yang Berbeda

german5Hai, Kawan-Kawan,

Bulan ini, kita akan berbicara tentang kebiasaan dan budaya dua bangsa berbeda, namun hampir memiliki nenek moyang yang sama: English Anglo-Saxon dari Sachsen di bagian utara Jerman dan orang-orang Jerman itu sendiri dari Jerman.

Meskipun kedua bangsa tersebut memiliki nenek moyang yang sama di Jerman, mereka tidak berbagi kebudayaan yang sama dan keanekaragaman ini jelas-jelas dapat dengan mudah diamati dalam bahasa mereka.

Sebagaimana disebutkan lebih awal dalam edisi kami bulan lalu, bahasa banyak berkaitan dengan budaya seperti:

Bahasa Inggris: ‘You must not do that.’                      dan Bahasa Jerman: ‘Das dürfen Sie nicht machen.’

Bahasa Inggris:  ‘You do not have to do that.’            dan Bahasa Jerman:  ‘Sie müssen es nicht machen.’

ATAU:  ‘Sie brauchen es nicht zu machen.’

ATAU dalam Bahasa Bavaria (Bagian Selatan Jerman) (bentuk tertulis Bahasa Bavaria):  ‘Sie brauchen es nicht machen.’

Nah, bagian menariknya dapat dilihat dalam uraian dibawah ini:

Sementara dalam Bahasa Inggris, Anda harus memahami istilah ‘must not’  sebagai  ‘be not allowed to’ , Anda tidak dapat menerapkan terjemahan kasarnya dalam Bahasa Jerman karena hal itu akan dipahami sebagai ‘Sie müssen es nicht machen’  yang berarti  ‘You do not have to do that.’

Nah, bagian yang lebih menariknya adalah bahwa jika kita menerjemahkan dari Bahasa Inggris ‘He may do that’ sebagai ‘Er darf es machen’, jelas-jelas bukanlah terjemahan yang tepat karena ‘He may do that’ berarti ‘Er dürfte es machen.’

Bingung?

Jadi, dalam hal menerjemahkan dan mengintepretasi bahasa dari dua latar belakang budaya berbeda, sangat disarankan agar kita sangat berhati-hati di kedua sisi budaya, yang menyertai kehidupannya.

 

Apakah Maksudnya Dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Jerman?

german2Pelafalan di bidang Interpretasi sebagaimana seharusnya dirasakan, terkadang membuat frustasi, terutama ketika hal ini datang dari dua bahasa, dimana penutur kedua bangsa merupakan sepupu terdekat diantara bangsa-bangsa di negara Eropa Barat. Misalnya: Chemistry dalam bahasa Inggris vs Chemie dalam bahasa Jerman. Menurut sebagian besar orang berkebangsaan Inggris, ‘ch’ harus dilafalkan seperti ‘ch’ dalam ‘church’, ‘chicken’, ‘chalk’, ‘check’, dan daftarnya dapat berlanjut tanpa akhir. Di pihak lain, menurut kebanyakan penduduk Jerman, ‘ch’ harus dilafalkan seperti ‘ch’ dalam “chaos”, ‘chemistry’, ‘psychology’, ‘psychiatry’, ‘loch’, ‘school’, ‘schedule’, ‘synchronise’ dan sebagainya. Oleh karena itu, bahasa dengan akar yang sama dalam budaya Gaelic dan Latin sama seperti jadwal bus, seringkali menyesatkan. Tidak ada aturan persisnya untuk menentukan bagaimana setiap kata dilafalkan.

Deutsch……atau….Dutch…….atau…..Deutz………..?

Diluar cuacanya cukup panas, namun saya sedang duduk di sebuah kafe di daerah Kelapa Gading, menyeruput Es Teler saya. Sebuah percakapan diantara dua orang wanita terdengar dalam jarak dua meter, persis di samping meja saya. Mereka sedang membicarakan polis asuransi jaminan kesehatan nasional di Indonesia. Selama perbincangan tersebut, salah satunya menyinggung tentang betapa fanatiknya orang Jerman ketika berbicara tentang Dokter Umum, yang sesungguhnya tidak benar. Saya juga menangkap beberapa kata yang coba dikatakan wanita tersebut kepada temannya seperti:  Arzthaus, Kranken. Saya berusaha keras untuk tidak mengatakan hal apapun kepada wanita tersebut. Jauh di lubuk hati saya, saya ingin berkata kepadanya: der Hausarzt. die Hausärztin, die Krankenkasse, die Krankenversicherung atau mungkin die Barmer Ersatzkasse, die Techniker Krankenkasse. Saya menoleh ke arahnya selama kira-kira 3 detik, hanya untuk menyadari betapa percaya dirinya wanita ini. Apakah ini tipikal budaya orang Indonesia? Tidak mengetahui persis apa yang mereka katakan namun mereka masih memiliki tingkat kepercayaan diri yang begitu tinggi.

Jadi delegasi Indonesia di Frankfurt Book Fair 2015 | The Naked …

8 Des 2015 Teman saya penerjemah Jerman dan fasih berbahasa Indonesia, dia berteman dengan komunitas Indonesia di Jerman selama puluhan tahun …