Articles Tagged with bahasa jerman

Kebudayaan Dua Bangsa Yang Berbeda

german5Hai, Kawan-Kawan,

Bulan ini, kita akan berbicara tentang kebiasaan dan budaya dua bangsa berbeda, namun hampir memiliki nenek moyang yang sama: English Anglo-Saxon dari Sachsen di bagian utara Jerman dan orang-orang Jerman itu sendiri dari Jerman.

Meskipun kedua bangsa tersebut memiliki nenek moyang yang sama di Jerman, mereka tidak berbagi kebudayaan yang sama dan keanekaragaman ini jelas-jelas dapat dengan mudah diamati dalam bahasa mereka.

Sebagaimana disebutkan lebih awal dalam edisi kami bulan lalu, bahasa banyak berkaitan dengan budaya seperti:

Bahasa Inggris: ‘You must not do that.’                      dan Bahasa Jerman: ‘Das dürfen Sie nicht machen.’

Bahasa Inggris:  ‘You do not have to do that.’            dan Bahasa Jerman:  ‘Sie müssen es nicht machen.’

ATAU:  ‘Sie brauchen es nicht zu machen.’

ATAU dalam Bahasa Bavaria (Bagian Selatan Jerman) (bentuk tertulis Bahasa Bavaria):  ‘Sie brauchen es nicht machen.’

Nah, bagian menariknya dapat dilihat dalam uraian dibawah ini:

Sementara dalam Bahasa Inggris, Anda harus memahami istilah ‘must not’  sebagai  ‘be not allowed to’ , Anda tidak dapat menerapkan terjemahan kasarnya dalam Bahasa Jerman karena hal itu akan dipahami sebagai ‘Sie müssen es nicht machen’  yang berarti  ‘You do not have to do that.’

Nah, bagian yang lebih menariknya adalah bahwa jika kita menerjemahkan dari Bahasa Inggris ‘He may do that’ sebagai ‘Er darf es machen’, jelas-jelas bukanlah terjemahan yang tepat karena ‘He may do that’ berarti ‘Er dürfte es machen.’

Bingung?

Jadi, dalam hal menerjemahkan dan mengintepretasi bahasa dari dua latar belakang budaya berbeda, sangat disarankan agar kita sangat berhati-hati di kedua sisi budaya, yang menyertai kehidupannya.

 

Apakah Maksudnya Dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Jerman?

german2Pelafalan di bidang Interpretasi sebagaimana seharusnya dirasakan, terkadang membuat frustasi, terutama ketika hal ini datang dari dua bahasa, dimana penutur kedua bangsa merupakan sepupu terdekat diantara bangsa-bangsa di negara Eropa Barat. Misalnya: Chemistry dalam bahasa Inggris vs Chemie dalam bahasa Jerman. Menurut sebagian besar orang berkebangsaan Inggris, ‘ch’ harus dilafalkan seperti ‘ch’ dalam ‘church’, ‘chicken’, ‘chalk’, ‘check’, dan daftarnya dapat berlanjut tanpa akhir. Di pihak lain, menurut kebanyakan penduduk Jerman, ‘ch’ harus dilafalkan seperti ‘ch’ dalam “chaos”, ‘chemistry’, ‘psychology’, ‘psychiatry’, ‘loch’, ‘school’, ‘schedule’, ‘synchronise’ dan sebagainya. Oleh karena itu, bahasa dengan akar yang sama dalam budaya Gaelic dan Latin sama seperti jadwal bus, seringkali menyesatkan. Tidak ada aturan persisnya untuk menentukan bagaimana setiap kata dilafalkan.

Deutsch……atau….Dutch…….atau…..Deutz………..?

Diluar cuacanya cukup panas, namun saya sedang duduk di sebuah kafe di daerah Kelapa Gading, menyeruput Es Teler saya. Sebuah percakapan diantara dua orang wanita terdengar dalam jarak dua meter, persis di samping meja saya. Mereka sedang membicarakan polis asuransi jaminan kesehatan nasional di Indonesia. Selama perbincangan tersebut, salah satunya menyinggung tentang betapa fanatiknya orang Jerman ketika berbicara tentang Dokter Umum, yang sesungguhnya tidak benar. Saya juga menangkap beberapa kata yang coba dikatakan wanita tersebut kepada temannya seperti:  Arzthaus, Kranken. Saya berusaha keras untuk tidak mengatakan hal apapun kepada wanita tersebut. Jauh di lubuk hati saya, saya ingin berkata kepadanya: der Hausarzt. die Hausärztin, die Krankenkasse, die Krankenversicherung atau mungkin die Barmer Ersatzkasse, die Techniker Krankenkasse. Saya menoleh ke arahnya selama kira-kira 3 detik, hanya untuk menyadari betapa percaya dirinya wanita ini. Apakah ini tipikal budaya orang Indonesia? Tidak mengetahui persis apa yang mereka katakan namun mereka masih memiliki tingkat kepercayaan diri yang begitu tinggi.

Jadi delegasi Indonesia di Frankfurt Book Fair 2015 | The Naked …

8 Des 2015 Teman saya penerjemah Jerman dan fasih berbahasa Indonesia, dia berteman dengan komunitas Indonesia di Jerman selama puluhan tahun …