Articles Tagged with Kebiasaan Orang Jerman

Kebiasaan Orang Jerman Yang Patut Diteladani

Anindyatrans Penerjemah Bahasa Jerman German Translation Service in Indonesia.


 

kebiasaan orang jerman
kebiasaan orang jerman

Pernahkah Anda merasa bingung dengan sikap dan kebiasaan orang Jerman yang biasanya hampir selalu tepat waktu, datang selalu dua atau tiga menit lebih awal dari waktu yang sudah ditentukan? Padahal kan kita sudah beritikad baik, sudah benar-benar mempersiapkan diri untuk datang tepat waktu pada jam 1 siang misalnya. Lalu, kenapa kita masih dianggap terlambat datangnya? Padahal walaupun macet, para bule gendeng itu masih tetap saja bisa datang jam 1 tepat. Apa mereka punya kekuatan supranatural yang tinggi? Apakah mereka memang berniat betul ingin menepati janjinya? Saya rasa, untuk kebudayaan Indonesia tidak perlu lagi dibahas dalam hal ini, tetapi rasanya kita ingin lebih mengetahui lebih dalam tentang bagaimana kehidupan bule Jerman itu di sana. Saat kita tiba di Jerman, kita akan selalu dihadapkan dengan ‘jam berapa saya datang ke tempat anda’, ‘jam berapa anda dapat dikunjungi’, apakah anda ada di rumah pada akhir minggu ini’ Demikian juga saat kita menelpon ‘Koelner Abendzeitung’ jika anda berada di Koeln untuk mencari suatu tempat tinggal, maka anda harus langsung menelepon beberapa iklan yang mungkin pas bagi anda. Di sini kita berbicara kebiasaan orang Jerman yang memang butuh privasi tersendiri setelah sebelumnya bekerja dan selalu diganggu oleh jadwal kerja maupun deadline kantor. Mungkin bagi orang dengan kecenderungan sifat introvert akan lebih mudah mengerti mengenai hal ini. Tentunya mereka juga ingin memiliki waktu pribadi untuk diri sendiri, tanpa ketukan pintu mendadak saat mereka mungkin sedang istirahat siang, bermeditasi atau menikmati acara menonton film yang jadwalnya dapat kita temukan di majalah khusus TV untuk acara-acara dua minggu ke depan. Teman-teman, mungkin sudah waktunya bagi kita untuk meningkatkan kepribadian personal kita masing-masing demi majunya bangsa ini. Siapkah meninggalkan kebiasaan lama kita yang super santai walau partner usaha kita sudah menunggu di tempat meeting ?